EKSTRAKSI KARAGINAN
Karaginan merupakan polisakarida yang diekstraksi dari rumput laut merah dari jenis Chondrus, Eucheuma, Gigartina, Hypnea, Iradea dan Phyllophora. Polisakarida ini merupakan galaktan yang mengandung ester asam sulfat antara 20 -30% dan saling berikatan dengan ikatan (1,3): B (1,4) D glikosidik secara berselang seling. Karaginan dibedakan dengan agar berdasarkan kandungan sulfatnya, karaginan mengandung minimal 18% sulfat sedang agar-agar hanya mengandung sulfat 3 4% (food Chemical Codex, 1974). Dalam dunia perdagangan karginan dibagi menjadi 3 jenis, yaitu kappa, iota dan lamda karaginan. Kappa karaginan dihasilkan dari rumput laut jenis Eucheuma cottonii, sedang iota-karaginan dihasilkan dari Eucheuma spinosum. Karaginan digunakan sebagai stabilisator, pengental, pembentuk gel, pengemulsi, pengikat dan pencegah kristalisasi dalam industri makanan dan minuman, farmasi, kosmetik dan lain-lain.
Karaginan yang diperoleh dari hasil pengolahan ini mempunyai spesifikasi produk sebagai berikut :
Kadar air : 8 - 12%, Kadar abu : 18 - 23%, Kadar abu tak larut asam : 1 - 2%, Kadar sulfat : 18 - 24 (kappa-karaginan) dan 22 - 32 (iotakaraginan) dan Viscositas : 20 - 180 Cps.
Bahan Baku
Bahan rumput laut yang digunakan dalam pengolahan karginan adalah jenis Euchcuna spinosa atau Eucheuma cottonii
Natrium Hidroksida (NaOH) untuk mengatur pH,
filter (Celite atau tanah diatomae) untuk membantu proses penyaringan.
Isopropyl alkohol untuk mengendapkan karaginan dan
Natrium Clorida (NaCl) untuk membantu pengendapan karaginan.
Peralatan
Peralatan untuk pencucian rumput taut.
Peralatan untuk perebusan dan penghancur rumput laut Filter press untuk penyaringan
Peralatan untuk mengendapkan karaginan serta Oven untuk mengeringkan serta karaginan.
Cara Pembuatan
Pengolahan rumput taut menjadi karaginan dilakukan dengan ekstraksi panas dalam suasana basa. Tahap-tahap proses pengolahan karaginan secara umum terdiri dari pencucian, perebusan/ekstradisi, penyaringan, pengendapan filtrat dengan al kohol, pengeringan dan penepungan.
Pencucian
Rumput laut yang akan diekstraksi dicuci dan dibersihkan dengan air untuk menghilangkan pasir, garam, kapur, karang, potongan tali dan rumput laut jenis lainnya yang tidak diinginkan.
Ekstraksi :
Rumput laut yang telah bersih kemudian direbus/diekstraksi dalam air dengan volume 40 - 50 kali berat rumput laut kering, pH air ekstraksi diatur dengan menggunakan larutan NaOH sehingga diperoleh pH 8 - 9. Perebusan pertama dilakukan selama 30 - 60 menit pada suhu 90 - 95°C. Rumput laut kemudian dihancurkan sehingga berbentuk bubur rumput laut. Ekstraksi kedua dilakukan selama 2 sampai beberapa jam tergantung jenis rumput Taut yang diekstraksi. Menurut Marine Colloid Inc untuk rumput laut jenis Eucheuma cottonii dilakukan selama 18 jam, sedangkan untu jenis Eucheuma spinosum dilakukan selama 3 jam.
Penyaringan :
Setelah proses ekstraksi selesai bubur rumput laut ditambah dengan filter aid (celite atau tanah diatomae) dengan konsentrasi 3-4%. Penyaringan dilakukan dengan filter press, dalam keadaan panas sehingga memudahkan penyaringan. Filtrat hasil penyaringan kemudian ditambah dengan 0,05% NaC untuk memudahkan proses pengendapan.
Pengendapan :
Pengendapan karaginan dilakukan dengan cara menuangkan filtrat ke dalam isopropyl alkohol sambil diaduk-aduk selama 15 menit, sehingga terbentuk seratserat karaginan. Perbandingan filtrat dan isopropyl alkohol yang digunakan adalah 1 : 2. Serat-serat karaginan yang diperoleh kemudian direndam kembali dengan isoprpyl alkohol selama 30 menit sehingga diperoleh serat karaginan yang lebih kaku.
Pengeringan dan Penepungan :
Serat-serat karaginan kemudian dikeringkan di dalam oven dengan suhu 60°C sampai kering, kemudian digiling sehingga diperoleh tepung karaginan.
Tuesday, July 29, 2008
Review Film The X-FIles: I Want To Believe
'THE X-FILES: I WANT TO BELIEVE', Saat Keyakinan dan Kenyataan Dipertanyakan
KapanLagi.com - Pemain: David Duchovny, Gillian Anderson, Mitch Pileggi, Amanda Peet, Billy Connolly, Alvin "Xzibit" Joiner, Callum Keith Rennie
Enam tahun telah berlalu sejak divisi FBI yang melibatkan agent Fox Mulder (David Duchovny) dan Dana Scully (Gillian Anderson) dibubarkan. Kali ini FBI kembali dipusingkan oleh kejadian hilangnya salah satu agen FBI secara misterius. Satu-satunya petunjuk hanyalah potongan tangan yang terkubur dalam salju yang ditemukan FBI saat melacak jejak penculik ini.
Merasa putus asa, agent Mosley Drummy (Alvin "Xzibit" Joiner) kemudian menghubungi Scully untuk mencari tahu keberadaan Mulder. Walaupun sempat menolak, Scully akhirnya setuju untuk mencari Mulder.
Scully akhirnya berhasil menemukan Mulder yang berusaha menghindar dan menyendiri. Dengan susah payah akhirnya Scully berhasil membujuk Mulder untuk membantu FBI menemukan agen FBI yang diculik ini.
Penyelidikan kemudian mengarah kepada Father Joseph Fitzpatrick Crissman (Billy Connolly) seorang mantan pastur yang mengaku bahwa ia memiliki kemampuan untuk melihat hal-hal yang tak mampu dilihat orang biasa. Awalnya Scully tak percaya dengan pastur yang punya masa lalu kelam ini namun karena Mulder bergitu mempercayai kemampuan Father Joe, mau tak mau penyelidikan akhirnya harus melibatkan Father Joe.
Mampukah ketiga orang ini menguak misteri hilangnya para wanita itu? Benarkah ada campur tangan makhluk ruang angkasa dalam kasus misterius ini?
Film layar lebar kedua dari serial televisi THE X-FILES ini memiliki rentang waktu yang lumayan panjang dari film layar lebar pertamanya. Namun dalam film ini, sang sutradara masih tetap mempercayakan tokoh 2 orang agen FBI yang sering berhadapan dengan kasus-kasus aneh ini pada David Duchovny dan Gillian Anderson.
Ada sedikit perbedaan tema dari film pertamanya. Bahkan film ini bisa dibilang tak ada sangkut pautnya baik dengan serial televisinya maupun dengan film layar lebar pertamanya. Beberapa fakta seperti hubungan pribadi antara Mulder dan Scully masih tetap dipertahankan oleh sang sutradara namun ide keseluruhan dari film ini sudah terlepas dari trade mark THE X-FILES.
Kali ini tak ada lagi makhluk angkasa luar atau isu-isu mengenai UFO seperti yang menjadi tema utama serial TV-nya. Sebagai gantinya, sang sutradara dan penulis naskah memasukkan unsur fenomena spiritual sebagai dasar berpijak dari jalan cerita. Sebagai tambahan, ada beberapa isu sosial seperti pedofilia yang juga dimasukkan dalam film ini.
Sesuai dengan judulnya, I WANT TO BELIEVE, film ini juga meninggalkan banyak pertanyaan tentang moralitas dan bukan cuma peperangan antara kebaikan melawan keburukan. Sayangnya, jalan cerita film ini jadi terasa kurang 'menggigit'. Bisa jadi karena isu tentang fenomena spiritual tak lagi jadi trend atau penataan scene yang kurang mampu memacu adrenalin.
Tapi secara umum, film ini juga tak bisa dibilang jelek. Akting Billy Connolly yang menggambarkan seorang yang memiliki penyesalan yang dalam tentang masa lalunya berjalan cukup mulus. Sementara David Duchovny dan Gillian Anderson mungkin sudah tak perlu lagi beradaptasi jika mengingat mereka memegang peran yang sama selama 9 season dalam serial TV-nya. (kpl/roc)
KapanLagi.com - Pemain: David Duchovny, Gillian Anderson, Mitch Pileggi, Amanda Peet, Billy Connolly, Alvin "Xzibit" Joiner, Callum Keith Rennie
Enam tahun telah berlalu sejak divisi FBI yang melibatkan agent Fox Mulder (David Duchovny) dan Dana Scully (Gillian Anderson) dibubarkan. Kali ini FBI kembali dipusingkan oleh kejadian hilangnya salah satu agen FBI secara misterius. Satu-satunya petunjuk hanyalah potongan tangan yang terkubur dalam salju yang ditemukan FBI saat melacak jejak penculik ini.
Merasa putus asa, agent Mosley Drummy (Alvin "Xzibit" Joiner) kemudian menghubungi Scully untuk mencari tahu keberadaan Mulder. Walaupun sempat menolak, Scully akhirnya setuju untuk mencari Mulder.
Scully akhirnya berhasil menemukan Mulder yang berusaha menghindar dan menyendiri. Dengan susah payah akhirnya Scully berhasil membujuk Mulder untuk membantu FBI menemukan agen FBI yang diculik ini.
Penyelidikan kemudian mengarah kepada Father Joseph Fitzpatrick Crissman (Billy Connolly) seorang mantan pastur yang mengaku bahwa ia memiliki kemampuan untuk melihat hal-hal yang tak mampu dilihat orang biasa. Awalnya Scully tak percaya dengan pastur yang punya masa lalu kelam ini namun karena Mulder bergitu mempercayai kemampuan Father Joe, mau tak mau penyelidikan akhirnya harus melibatkan Father Joe.
Mampukah ketiga orang ini menguak misteri hilangnya para wanita itu? Benarkah ada campur tangan makhluk ruang angkasa dalam kasus misterius ini?
Film layar lebar kedua dari serial televisi THE X-FILES ini memiliki rentang waktu yang lumayan panjang dari film layar lebar pertamanya. Namun dalam film ini, sang sutradara masih tetap mempercayakan tokoh 2 orang agen FBI yang sering berhadapan dengan kasus-kasus aneh ini pada David Duchovny dan Gillian Anderson.
Ada sedikit perbedaan tema dari film pertamanya. Bahkan film ini bisa dibilang tak ada sangkut pautnya baik dengan serial televisinya maupun dengan film layar lebar pertamanya. Beberapa fakta seperti hubungan pribadi antara Mulder dan Scully masih tetap dipertahankan oleh sang sutradara namun ide keseluruhan dari film ini sudah terlepas dari trade mark THE X-FILES.
Kali ini tak ada lagi makhluk angkasa luar atau isu-isu mengenai UFO seperti yang menjadi tema utama serial TV-nya. Sebagai gantinya, sang sutradara dan penulis naskah memasukkan unsur fenomena spiritual sebagai dasar berpijak dari jalan cerita. Sebagai tambahan, ada beberapa isu sosial seperti pedofilia yang juga dimasukkan dalam film ini.
Sesuai dengan judulnya, I WANT TO BELIEVE, film ini juga meninggalkan banyak pertanyaan tentang moralitas dan bukan cuma peperangan antara kebaikan melawan keburukan. Sayangnya, jalan cerita film ini jadi terasa kurang 'menggigit'. Bisa jadi karena isu tentang fenomena spiritual tak lagi jadi trend atau penataan scene yang kurang mampu memacu adrenalin.
Tapi secara umum, film ini juga tak bisa dibilang jelek. Akting Billy Connolly yang menggambarkan seorang yang memiliki penyesalan yang dalam tentang masa lalunya berjalan cukup mulus. Sementara David Duchovny dan Gillian Anderson mungkin sudah tak perlu lagi beradaptasi jika mengingat mereka memegang peran yang sama selama 9 season dalam serial TV-nya. (kpl/roc)
Monday, July 28, 2008
ARP Spoofing. Serangan Virus Cina mengambil alih gateway. Bisa menyebabkan billing warnet anda tidak connect ke Server.
ARP Spoofing, AWAS !! Serangan Virus Cina mengambil alih gateway Internet anda
Jul 1, '08 10:59 PMfor everyone
Link: http://vaksin.com/2008/0608/microsoft2/arp-spoofing.html
Otak intelektual dibalik misteri kesaktian virus Microsoft.pif.Mengapa penyakit Demam Berdarah sangat ditakuti dan setiap tahun selalu memakan korban jiwa ? Sebenarnya jika penderita Demam Berdarah dapat mendeteksi bahwa dia di serang oleh kuman dengue, kemungkinan yang fatal akan jauh lebih kecil dan dapat di hindari. Tetapi yang menjadi masalah adalah gejala-gejala awal DB ini pada awalnya sulit dibedakan dari demam biasa dan hanya dapat dipastikan dengan pemeriksaan darah di laboratorium beberapa hari sesudah demam.Hal yang serupa saat ini sedang terjadi di jaringan intranet Indonesia. Saat ini, ada satu virus impor dari Cina yang memiliki kemampuan memalsukan MAC Address router / proxy sehingga seluruh komputer intranet yang terhubung ke internet melalui proxy akan dikelabui untuk melewati komputer yang terinfeksi virus dan celakanya komputer yang terinfeksi virus ini akan meneruskan akses router ini (transparent proxy) sambil "menitipkan" satu link download yang berisi virus. Praktis pengakses internet dalam jaringan akan mendapatkan kiriman virus setiap kali membuka browser. Karena yang "dikerjai" adalah router, maka link berisi virus ini tidak akan pandang bulu dikirimkan ke seluruh komputer dalam jaringan, tidak perduli apa merek browser yang dipakai, baik IE, Firefox atau Safari sekalipun tetap mendapatkan kiriman virus. Menurut pengetesan Vaksincom, selain Windows XP yang menjadi sasaran tembak virus, ternyata OS Windows Vista dan Linux sekalipun akan tetap mendapatkan kiriman virus ini setiap kali melakukan browsing. Hanya saja virus yang dikirim saat ini bisa berjalan di platform Windows XP. Tetapi setidaknya hal ini menunjukkan proof of concept bahwa secara teknis platform apapun dapat dicapai oleh virus.Kembali ke analogi Demam Berdarah di atas, menurut pengamatan Vaksincom korban virus ini cukup banyak, khususnya menyerang jaringan intranet yang tidak terlindung oleh antivirus dengan "sempurna"**. Dan kebanyakan korbannya tidak menyadari. Biasanya korban mulai menyadari kalau masalahnya sudah cukup besar seperti tahu-tahu jaringannya jadi lambat dan setiap kali menyalakan komputer dimana komputer akan otomatis mengaktifkan Yahoo Messenger, MSN Messenger atau aplikasi apapun yang mengaktifkan Javascript browser maka akan mendapatkan pesan error.**Yang dimaksudkan dengan perlindungan antivirus yang sempurna adalah SEMUA komputer dalam jaringan (khususnya Windows XP) sudah terlindung dengan antivirus yang terupdate. Disini dikatakan semua karena virus ini hanya membutuhkan satu saja komputer di dalam jaringan intranet terinfeksi virus ini dan dalam waktu singkat ia akan mengambil alih Gateway internet dan menyebarkan dirinya ke seluruh komputer dalam jaringan intranet (dengan catatan jaringan / switch belum dilengkapi dengan perlindungan anti ARP Spoofing atau lebih dikenal dengan nama DHCP Snooping).Gejala jaringan terinfeksi virusJika koneksi internet di kantor anda tahu-tahu mengalami kelambatan yang signifikan padahal koneksi internet dari ISP tidak ada masalah di tambah komputer dalam jaringan "berulang-ulang" mendapatkan insiden virus atau ketika menjalankan Yahoo Messenger anda mendapatkan pesan "An error has occured in the script on this page". Jika anda menggunakan Norman Virus Control setiap kali menjalankan Yahoo Messenger / MSN Messenger atau menjalankan browser terdeteksi virus dengan nama W32/Agent.FUVR. Atau di sistem Windows anda ada file dengan nama Microsoft.vbs, Microsoft.bat atau Microsoft.pif maka kemungkinan besar komputer anda / jaringan ada yang terinfeksi virus Agent.FUVR. Lihat artikel virus ini di situs vaksin.com.Aksi virus ini pada beberapa OS adalah sebagai berikut :• Windows XP tanpa antivirus / antivirus tidak terupdate.Tidak ada gejala apa-apa dan dapat langsung terinfeksi, sekaligus PC yang terinfeksi akan menjadi host virus di dalam jaringan yang kemudian akan memalsukan MAC Address Gateway.• Windows XP dengan antivirus terupdate dan mampu mendeteksi virus ini."Setiap kali" menjalankan aplikasi yang mengakses fitur browser seperti menjalankan Internet Explorer, Firefox, login Yahoo Messenger, login MSN Messenger akan mendapatkan pesan bahwa ada virus terdeteksi di sistem Windows.• Windows Vista"Setiap kali" menjalankan aplikasi yang mengakses fitur browser seperti menjalankan Internet Explorer, Firefox, login Yahoo Messenger, login MSN Messenger akan mendapatkan pesan download error script dari site :• http://root.51113.com/root.gif• http://hk.www404.cn:53/ads.js• http://err.www404.cn:443/014.htmlCatatan : Website di atas hanya beberapa yang teridentifikasi oleh Vaksincom dan tidak tertutup kemungkinan untuk berubah / bertambah.Tampilan website terinfeksi virus sulit dibedakanAnda tidak akan dapat membedakan tampilan website yang yang sudah di injeksi oleh script yang mengirimkan virus ini karena pada banyak kasus tampilannya sama saja dengan website tidak asli.Baru jika anda melakukan View Source dengan mengklik [View] [Page Source] atau Ctrl U dari Firefox (dari IE anda dapat melakukan View Source dengan cara klik [View] [Source]). Baru akan terlihat bahwa di awal website ternyata ada javascript yang mengarahkan download script dengan nama "ads.js" (lihat gambar 2) yang akan langsung terinstal secara otomatis setiap kali anda mengaktifkan browser atau menjalankan Yahoo Messenger (karena Yahoo Messenger mengaktifkan browser).Antivirus saja tidak cukup !!Sebenarnya hampir semua antivirus sudah dapat mendeteksi virus ini. Ada yang mendeteksi sebagai W32/Agent.FUVR (Norman), Trojan Downloader, Trojan-Downloader.JS.Agent.byh (Kaspersky), HEUR/Exploit.HTML (Avira), Mal/ObfJS-X (Sophos), JS_PSYME.CPZ (Trend Micro). Jadi secara teori, virus ini tidak dapat menginfeksi komputer yang terlindung antivirus yang terupdate. Tetapi masalahnya adalah dalam kenyataannya di lapangan sangat sulit "menjamin" seluruh komputer di jaringan terlindung dengan antivirus yang terupdate, apalagi jika ada komputer / notebook dari luar jaringan yang dihubungkan ke jaringan intranet, cukup satu saja komputer yang terinfeksi maka dalam waktu singkat ia akan memalsukan diri sebagai router / geteway dan menyebarkan dirinya ke seluruh komputer lain dalam intranet yang mengakses internet.Selain itu, virus ini memiliki kemampuan mengupdate dirinya sehingga deteksi antivirus akan menjadi percuma jika pembuatnya meluncurkan varian baru dan dijamin langsung akan menaklukkan semua antivirus sampai vendor antivirus mendapatkan samplenya dan mendeteksi virus tersebut dengan update terbaru.Masalah mendasar adalah sebenarnya patching. Selama celah kemanan tidak ditutup, maka sekalipun ada antivirus yang melindungi komputer, virus ini tetap akan mampu wara-wiri di dalam jaringan sampai celah keamanan di tutup. Yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana menutup celah keamanan yang disebabkan oleh hardware yang mengandung kelemahan ARP Spoofing ini ? Salah satu caranya adalah mengganti switch dengan yang mendukung DHCP Snoop. Sebenarnya ada cara lain yang cukup hemat biaya yaitu dengan menggunakan perintah "arp -s" dari DOS Prompt guna mengunci IP dan Mac Address gateway di tiap PC, tetapi kalau PCnya ribuan dan tersebar di banyak lokasi rasanya solusi ini cukup membawa sengsara bagi administrator. Belum lagi kalau terjadi perubahan IP / Mac Address gateway, jadi perintah "arp -s" tersebut harus dilakukan di setiap PC lagi.Bagaimana cara mengatasinya ?Jika anda terinfeksi oleh virus ini dan pusing karena setiap kali dibersihkan kok virusnya kembali lagi. Percayalah, bukan anda saja yang pusing dan para administrator lain juga pusing. Langkah pertama yang harus anda lakukan setiap kali menghadapi masalah yang memusingkan adalah ... NGELAMUN dulu. Mohon maaf, kami tidak bermaksud membuat anda di pecat, tetapi jika anda langsung sibuk membersihkan virus di setiap komputer dan belum mendapatkan gambaran masalah sebenarnya dimana, maka yang akan anda alami adalah virusnya kembali lagi dan memboroskan waktu anda. Dengan melamun anda jadi dapat melakukan analisa dengan tenang dan kepala dingin mengumpulkan data kira-kira apa sih yang terjadi. Jika anda pelanggan korporat Vaksincom, biarkan teknisi kami yang melamun dan memecahkan masalah anda .... GRATIS.Kami juga mengalami hal yang serupa dan setelah "melamun" dua hari baru berhasil mengidentifikasi masalah dengan cukup jelas dimana virus ini mengeksploitasi ARP vulnerability dengan memalsukan Mac Address Gateway / Router. Jadi langkah pertama adalah menemukan gateway palsu tersebut. Bagaimana caranya ?Anda dapat menggunakan tools gratisan Colasoft Mac Scanner http://www.colasoft.com/mac_scanner/mac_scanner.php dan jalankan di komputer yang terhubung ke jaringan intranet anda. Lalu lihat IP yang memiliki Mac Address yang sama dengan Gateway / proxy (lihat gambar 4)Dalam gambar 4 di atas, Gateway adalah IP 192.168.1.1 dengan MAC Address 00:01:6C:CD:D5:24. Terlihat bahwa IP 192.168.1.106 memiliki MAC Address yang sama dengan Gateway. Jadi langkah pertama yang harus anda lakukan adalah memutuskan hubungan 192.168.1.106 dari jaringan dan membersihkan dari virus ini. Langkah pamungkasSebagai langkah pamungkas, anda dapat mencegah komputer-komputer di jaringan untuk dibodohi oleh ARP Spoofing ini. Gunakan perintah "arp -s [IP Gateway / Proxy] [MAC Address Gateway / Proxy]" untuk menetapkan static IP dan MAC Address Gateway / Proxy di setiap komputer.Jika anda memiliki banyak komputer dalam jaringan, kami sarankan untuk mempertimbangkan menggunakan switch yang mensupport DHCP Snoop. Jangan langsung beli dulu, cek dulu apakah switch yang anda miliki memiliki fitur ini. Kalau ada, langsung aktifkan dan set paremeter dengan baik guna terhindar dari ARP Spoofing.Jika anda tertarik untuk mengetahui lebih jauh tentang ARP Spoofing, ancaman-ancamannya dan bagaimana cara menghadapinya. Nantikan seminar yang akan diadakan oleh PT. Vaksincom pada tanggal 10 Juli 2008 hasil kerjasama antara Trisakti School of Management, Cisco Indonesia dan Vaksincom. Seminar ini akan dibawakan oleh Alberto Rivai - Security Engineer Cisco Indonesia, Alfons Tanujaya - Antivirus Specialist, Dani Firmansyah - ARP Spoofing Expert.Salam,Alfons Tanujayainfo@vaksin.comPT. VaksincomJl. Tanah Abang III / 19EJakarta 10160Ph : 021 3456850Fx : 021 3456851
Prev: Kekuatan Ikhlas yang Menyembuhkan
Jul 1, '08 10:59 PMfor everyone
Link: http://vaksin.com/2008/0608/microsoft2/arp-spoofing.html
Otak intelektual dibalik misteri kesaktian virus Microsoft.pif.Mengapa penyakit Demam Berdarah sangat ditakuti dan setiap tahun selalu memakan korban jiwa ? Sebenarnya jika penderita Demam Berdarah dapat mendeteksi bahwa dia di serang oleh kuman dengue, kemungkinan yang fatal akan jauh lebih kecil dan dapat di hindari. Tetapi yang menjadi masalah adalah gejala-gejala awal DB ini pada awalnya sulit dibedakan dari demam biasa dan hanya dapat dipastikan dengan pemeriksaan darah di laboratorium beberapa hari sesudah demam.Hal yang serupa saat ini sedang terjadi di jaringan intranet Indonesia. Saat ini, ada satu virus impor dari Cina yang memiliki kemampuan memalsukan MAC Address router / proxy sehingga seluruh komputer intranet yang terhubung ke internet melalui proxy akan dikelabui untuk melewati komputer yang terinfeksi virus dan celakanya komputer yang terinfeksi virus ini akan meneruskan akses router ini (transparent proxy) sambil "menitipkan" satu link download yang berisi virus. Praktis pengakses internet dalam jaringan akan mendapatkan kiriman virus setiap kali membuka browser. Karena yang "dikerjai" adalah router, maka link berisi virus ini tidak akan pandang bulu dikirimkan ke seluruh komputer dalam jaringan, tidak perduli apa merek browser yang dipakai, baik IE, Firefox atau Safari sekalipun tetap mendapatkan kiriman virus. Menurut pengetesan Vaksincom, selain Windows XP yang menjadi sasaran tembak virus, ternyata OS Windows Vista dan Linux sekalipun akan tetap mendapatkan kiriman virus ini setiap kali melakukan browsing. Hanya saja virus yang dikirim saat ini bisa berjalan di platform Windows XP. Tetapi setidaknya hal ini menunjukkan proof of concept bahwa secara teknis platform apapun dapat dicapai oleh virus.Kembali ke analogi Demam Berdarah di atas, menurut pengamatan Vaksincom korban virus ini cukup banyak, khususnya menyerang jaringan intranet yang tidak terlindung oleh antivirus dengan "sempurna"**. Dan kebanyakan korbannya tidak menyadari. Biasanya korban mulai menyadari kalau masalahnya sudah cukup besar seperti tahu-tahu jaringannya jadi lambat dan setiap kali menyalakan komputer dimana komputer akan otomatis mengaktifkan Yahoo Messenger, MSN Messenger atau aplikasi apapun yang mengaktifkan Javascript browser maka akan mendapatkan pesan error.**Yang dimaksudkan dengan perlindungan antivirus yang sempurna adalah SEMUA komputer dalam jaringan (khususnya Windows XP) sudah terlindung dengan antivirus yang terupdate. Disini dikatakan semua karena virus ini hanya membutuhkan satu saja komputer di dalam jaringan intranet terinfeksi virus ini dan dalam waktu singkat ia akan mengambil alih Gateway internet dan menyebarkan dirinya ke seluruh komputer dalam jaringan intranet (dengan catatan jaringan / switch belum dilengkapi dengan perlindungan anti ARP Spoofing atau lebih dikenal dengan nama DHCP Snooping).Gejala jaringan terinfeksi virusJika koneksi internet di kantor anda tahu-tahu mengalami kelambatan yang signifikan padahal koneksi internet dari ISP tidak ada masalah di tambah komputer dalam jaringan "berulang-ulang" mendapatkan insiden virus atau ketika menjalankan Yahoo Messenger anda mendapatkan pesan "An error has occured in the script on this page". Jika anda menggunakan Norman Virus Control setiap kali menjalankan Yahoo Messenger / MSN Messenger atau menjalankan browser terdeteksi virus dengan nama W32/Agent.FUVR. Atau di sistem Windows anda ada file dengan nama Microsoft.vbs, Microsoft.bat atau Microsoft.pif maka kemungkinan besar komputer anda / jaringan ada yang terinfeksi virus Agent.FUVR. Lihat artikel virus ini di situs vaksin.com.Aksi virus ini pada beberapa OS adalah sebagai berikut :• Windows XP tanpa antivirus / antivirus tidak terupdate.Tidak ada gejala apa-apa dan dapat langsung terinfeksi, sekaligus PC yang terinfeksi akan menjadi host virus di dalam jaringan yang kemudian akan memalsukan MAC Address Gateway.• Windows XP dengan antivirus terupdate dan mampu mendeteksi virus ini."Setiap kali" menjalankan aplikasi yang mengakses fitur browser seperti menjalankan Internet Explorer, Firefox, login Yahoo Messenger, login MSN Messenger akan mendapatkan pesan bahwa ada virus terdeteksi di sistem Windows.• Windows Vista"Setiap kali" menjalankan aplikasi yang mengakses fitur browser seperti menjalankan Internet Explorer, Firefox, login Yahoo Messenger, login MSN Messenger akan mendapatkan pesan download error script dari site :• http://root.51113.com/root.gif• http://hk.www404.cn:53/ads.js• http://err.www404.cn:443/014.htmlCatatan : Website di atas hanya beberapa yang teridentifikasi oleh Vaksincom dan tidak tertutup kemungkinan untuk berubah / bertambah.Tampilan website terinfeksi virus sulit dibedakanAnda tidak akan dapat membedakan tampilan website yang yang sudah di injeksi oleh script yang mengirimkan virus ini karena pada banyak kasus tampilannya sama saja dengan website tidak asli.Baru jika anda melakukan View Source dengan mengklik [View] [Page Source] atau Ctrl U dari Firefox (dari IE anda dapat melakukan View Source dengan cara klik [View] [Source]). Baru akan terlihat bahwa di awal website ternyata ada javascript yang mengarahkan download script dengan nama "ads.js" (lihat gambar 2) yang akan langsung terinstal secara otomatis setiap kali anda mengaktifkan browser atau menjalankan Yahoo Messenger (karena Yahoo Messenger mengaktifkan browser).Antivirus saja tidak cukup !!Sebenarnya hampir semua antivirus sudah dapat mendeteksi virus ini. Ada yang mendeteksi sebagai W32/Agent.FUVR (Norman), Trojan Downloader, Trojan-Downloader.JS.Agent.byh (Kaspersky), HEUR/Exploit.HTML (Avira), Mal/ObfJS-X (Sophos), JS_PSYME.CPZ (Trend Micro). Jadi secara teori, virus ini tidak dapat menginfeksi komputer yang terlindung antivirus yang terupdate. Tetapi masalahnya adalah dalam kenyataannya di lapangan sangat sulit "menjamin" seluruh komputer di jaringan terlindung dengan antivirus yang terupdate, apalagi jika ada komputer / notebook dari luar jaringan yang dihubungkan ke jaringan intranet, cukup satu saja komputer yang terinfeksi maka dalam waktu singkat ia akan memalsukan diri sebagai router / geteway dan menyebarkan dirinya ke seluruh komputer lain dalam intranet yang mengakses internet.Selain itu, virus ini memiliki kemampuan mengupdate dirinya sehingga deteksi antivirus akan menjadi percuma jika pembuatnya meluncurkan varian baru dan dijamin langsung akan menaklukkan semua antivirus sampai vendor antivirus mendapatkan samplenya dan mendeteksi virus tersebut dengan update terbaru.Masalah mendasar adalah sebenarnya patching. Selama celah kemanan tidak ditutup, maka sekalipun ada antivirus yang melindungi komputer, virus ini tetap akan mampu wara-wiri di dalam jaringan sampai celah keamanan di tutup. Yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana menutup celah keamanan yang disebabkan oleh hardware yang mengandung kelemahan ARP Spoofing ini ? Salah satu caranya adalah mengganti switch dengan yang mendukung DHCP Snoop. Sebenarnya ada cara lain yang cukup hemat biaya yaitu dengan menggunakan perintah "arp -s" dari DOS Prompt guna mengunci IP dan Mac Address gateway di tiap PC, tetapi kalau PCnya ribuan dan tersebar di banyak lokasi rasanya solusi ini cukup membawa sengsara bagi administrator. Belum lagi kalau terjadi perubahan IP / Mac Address gateway, jadi perintah "arp -s" tersebut harus dilakukan di setiap PC lagi.Bagaimana cara mengatasinya ?Jika anda terinfeksi oleh virus ini dan pusing karena setiap kali dibersihkan kok virusnya kembali lagi. Percayalah, bukan anda saja yang pusing dan para administrator lain juga pusing. Langkah pertama yang harus anda lakukan setiap kali menghadapi masalah yang memusingkan adalah ... NGELAMUN dulu. Mohon maaf, kami tidak bermaksud membuat anda di pecat, tetapi jika anda langsung sibuk membersihkan virus di setiap komputer dan belum mendapatkan gambaran masalah sebenarnya dimana, maka yang akan anda alami adalah virusnya kembali lagi dan memboroskan waktu anda. Dengan melamun anda jadi dapat melakukan analisa dengan tenang dan kepala dingin mengumpulkan data kira-kira apa sih yang terjadi. Jika anda pelanggan korporat Vaksincom, biarkan teknisi kami yang melamun dan memecahkan masalah anda .... GRATIS.Kami juga mengalami hal yang serupa dan setelah "melamun" dua hari baru berhasil mengidentifikasi masalah dengan cukup jelas dimana virus ini mengeksploitasi ARP vulnerability dengan memalsukan Mac Address Gateway / Router. Jadi langkah pertama adalah menemukan gateway palsu tersebut. Bagaimana caranya ?Anda dapat menggunakan tools gratisan Colasoft Mac Scanner http://www.colasoft.com/mac_scanner/mac_scanner.php dan jalankan di komputer yang terhubung ke jaringan intranet anda. Lalu lihat IP yang memiliki Mac Address yang sama dengan Gateway / proxy (lihat gambar 4)Dalam gambar 4 di atas, Gateway adalah IP 192.168.1.1 dengan MAC Address 00:01:6C:CD:D5:24. Terlihat bahwa IP 192.168.1.106 memiliki MAC Address yang sama dengan Gateway. Jadi langkah pertama yang harus anda lakukan adalah memutuskan hubungan 192.168.1.106 dari jaringan dan membersihkan dari virus ini. Langkah pamungkasSebagai langkah pamungkas, anda dapat mencegah komputer-komputer di jaringan untuk dibodohi oleh ARP Spoofing ini. Gunakan perintah "arp -s [IP Gateway / Proxy] [MAC Address Gateway / Proxy]" untuk menetapkan static IP dan MAC Address Gateway / Proxy di setiap komputer.Jika anda memiliki banyak komputer dalam jaringan, kami sarankan untuk mempertimbangkan menggunakan switch yang mensupport DHCP Snoop. Jangan langsung beli dulu, cek dulu apakah switch yang anda miliki memiliki fitur ini. Kalau ada, langsung aktifkan dan set paremeter dengan baik guna terhindar dari ARP Spoofing.Jika anda tertarik untuk mengetahui lebih jauh tentang ARP Spoofing, ancaman-ancamannya dan bagaimana cara menghadapinya. Nantikan seminar yang akan diadakan oleh PT. Vaksincom pada tanggal 10 Juli 2008 hasil kerjasama antara Trisakti School of Management, Cisco Indonesia dan Vaksincom. Seminar ini akan dibawakan oleh Alberto Rivai - Security Engineer Cisco Indonesia, Alfons Tanujaya - Antivirus Specialist, Dani Firmansyah - ARP Spoofing Expert.Salam,Alfons Tanujayainfo@vaksin.comPT. VaksincomJl. Tanah Abang III / 19EJakarta 10160Ph : 021 3456850Fx : 021 3456851
Prev: Kekuatan Ikhlas yang Menyembuhkan
Subscribe to:
Posts (Atom)


